Survei Sun Life Ungkap Hanya 50% Warga RI Punya Dana Darurat
Sabtu, 20 September 2025 - 17:52 WIB
Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Albertus Wiroyo. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Hanya sekitar separuh atau 50% masyarakat Indonesia yang merasa siap untuk menghadapi kondisi darurat finansial. Temuan ini terungkap dari hasil riset Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025.
Riset yang sama menunjukkan, meski rasa aman finansial secara umum meningkat menjadi 57%, generasi muda (Gen Z) menjadi kelompok yang paling rentan. Hanya 49% dari mereka yang merasa percaya diri dengan kondisi keuangannya.
Baca Juga: Kolaborasi Sun Life dan CIMB Niaga Hadirkan X-Tra Plan Protection
Kondisi ini berimbas pada pola perencanaan keuangan masyarakat usia produktif yang masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Sementara itu, perencanaan untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun dan warisan belum menjadi prioritas.
Menanggapi temuan tersebut, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Albertus Wiroyo, menekankan pentingnya fondasi literasi keuangan yang kuat sebagai dasar ketahanan finansial keluarga Indonesia.
"Kami memahami bahwa banyak keluarga yang masih rentan secara finansial. Untuk itu, edukasi dan solusi proteksi yang tepat menjadi kunci," ujar Albertus dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/9).
Riset yang sama menunjukkan, meski rasa aman finansial secara umum meningkat menjadi 57%, generasi muda (Gen Z) menjadi kelompok yang paling rentan. Hanya 49% dari mereka yang merasa percaya diri dengan kondisi keuangannya.
Baca Juga: Kolaborasi Sun Life dan CIMB Niaga Hadirkan X-Tra Plan Protection
Kondisi ini berimbas pada pola perencanaan keuangan masyarakat usia produktif yang masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Sementara itu, perencanaan untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun dan warisan belum menjadi prioritas.
Menanggapi temuan tersebut, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Albertus Wiroyo, menekankan pentingnya fondasi literasi keuangan yang kuat sebagai dasar ketahanan finansial keluarga Indonesia.
"Kami memahami bahwa banyak keluarga yang masih rentan secara finansial. Untuk itu, edukasi dan solusi proteksi yang tepat menjadi kunci," ujar Albertus dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/9).
Lihat Juga :