Bukti Penyehatan Maskapai Garuda Indonesia usai Badai Finansial

Senin, 22 September 2025 - 22:24 WIB
“Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan operasional yang solid. Meskipun biaya operasional meningkat, pendapatan juga ikut naik. Ini mencerminkan penguatan fundamental keuangan perusahaan,” jelas Reza, mewakili Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Wamildan Tsani yang berhalangan hadir di RDP dengan Komisi VI DPR, karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS).

Reza menambahkan, performa positif ini tidak cuma terlihat di laporan keuangan. Berbagai indikator operasional lainnya juga menunjukkan tren yang sama. Salah satu yang paling menonjol adalah tingkat keterisian penumpang atau Seat Load Factor (SLF) yang tercatat 78%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini turut didukung oleh melonjaknya jumlah penumpang. Hingga Juni 2025, Garuda telah mengangkut sekitar 5,4 juta penumpang, atau bertambah 104 ribu penumpang dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan ini tak lepas dari langkah strategis penambahan armada. Setelah sempat menyusut pasca-restrukturisasi, jumlah pesawat Garuda kini kembali bertambah. Hingga Agustus 2025, maskapai ini sudah memiliki 78 pesawat, naik 10 unit dibanding 2022.

Garuda menargetkan tambahan minimal dua pesawat lagi sampai akhir tahun ini. Maskapai Garuda juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!