5 Miliarder yang Mengubah Wajah Industri Kecantikan Dunia
Rabu, 24 September 2025 - 14:33 WIB
Françoise Bettencourt Meyers adalah ahli waris raksasa kosmetik Prancis, L'Oréal, sekaligus perempuan terkaya di dunia. El País mencatat, ia dikenal menjaga privasi dan jarang tampil di acara glamor kecuali yang terkait langsung dengan perusahaan. Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil ketua perusahaan sebelum mundur pada April lalu.
Selain mendorong L’Oréal ke arah teknologi kecantikan personalisasi dan keberlanjutan, Bettencourt Meyers juga dikenal melalui filantropi dan kiprah intelektualnya. Melalui Yayasan Bettencourt Schueller yang dipimpinnya, ratusan juta dolar telah digelontorkan untuk riset ilmiah dan pelestarian warisan budaya, termasuk kontribusi besar untuk restorasi Katedral Notre-Dame.
Pada akhir 2023, ia menjadi perempuan pertama yang menyandang status centibillionaire dengan kekayaan lebih dari USD100 miliar. Namun, nilainya turun drastis pada tahun berikutnya akibat melemahnya penjualan kosmetik di China. Kini, ia tercatat sebagai perempuan terkaya kedua di dunia dengan kekayaan bersih USD94,2 miliar atau setara Rp1.568 triliun
3. Suh Kyung-bae – Amorepacific
Suh Kyung-bae, ketua sekaligus CEO Amorepacific, dianggap sebagai motor penggerak popularitas global kecantikan Korea (K-beauty). Ia memimpin perusahaan sejak 1997 dan berhasil memperluas jangkauan internasional dengan portofolio merek ternama seperti Sulwhasoo, Laneige, dan Innisfree.
Strateginya menggabungkan inovasi teknologi dengan riset biologi, memadukan tradisi kecantikan Timur dan Barat untuk menghadirkan produk yang sesuai berbagai pasar.
Di bawah kepemimpinannya, Amorepacific terus mencatat pertumbuhan global dan menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Kekayaannya kini diperkirakan mencapai USD1,4 miliar atau setara Rp23,3 triliun.
4. Kim Byung Hoon – APR
Kim Byung Hoon, dengan kekayaan sekitar US$1,3 miliar, menjadi miliarder perawatan kulit termuda Korea Selatan pada 2025 lewat kepemilikan 31% di APR, perusahaan yang didirikannya pada 2014. Awalnya bergerak di bidang kosmetik, APR mencetak terobosan pada 2021 dengan perangkat kecantikan rumahan yang menawarkan pengalaman perawatan layaknya spa.
Selain mendorong L’Oréal ke arah teknologi kecantikan personalisasi dan keberlanjutan, Bettencourt Meyers juga dikenal melalui filantropi dan kiprah intelektualnya. Melalui Yayasan Bettencourt Schueller yang dipimpinnya, ratusan juta dolar telah digelontorkan untuk riset ilmiah dan pelestarian warisan budaya, termasuk kontribusi besar untuk restorasi Katedral Notre-Dame.
Pada akhir 2023, ia menjadi perempuan pertama yang menyandang status centibillionaire dengan kekayaan lebih dari USD100 miliar. Namun, nilainya turun drastis pada tahun berikutnya akibat melemahnya penjualan kosmetik di China. Kini, ia tercatat sebagai perempuan terkaya kedua di dunia dengan kekayaan bersih USD94,2 miliar atau setara Rp1.568 triliun
3. Suh Kyung-bae – Amorepacific
Suh Kyung-bae, ketua sekaligus CEO Amorepacific, dianggap sebagai motor penggerak popularitas global kecantikan Korea (K-beauty). Ia memimpin perusahaan sejak 1997 dan berhasil memperluas jangkauan internasional dengan portofolio merek ternama seperti Sulwhasoo, Laneige, dan Innisfree.
Strateginya menggabungkan inovasi teknologi dengan riset biologi, memadukan tradisi kecantikan Timur dan Barat untuk menghadirkan produk yang sesuai berbagai pasar.
Di bawah kepemimpinannya, Amorepacific terus mencatat pertumbuhan global dan menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Kekayaannya kini diperkirakan mencapai USD1,4 miliar atau setara Rp23,3 triliun.
4. Kim Byung Hoon – APR
Kim Byung Hoon, dengan kekayaan sekitar US$1,3 miliar, menjadi miliarder perawatan kulit termuda Korea Selatan pada 2025 lewat kepemilikan 31% di APR, perusahaan yang didirikannya pada 2014. Awalnya bergerak di bidang kosmetik, APR mencetak terobosan pada 2021 dengan perangkat kecantikan rumahan yang menawarkan pengalaman perawatan layaknya spa.
Lihat Juga :