5 Miliarder yang Mengubah Wajah Industri Kecantikan Dunia
Rabu, 24 September 2025 - 14:33 WIB
Baca Juga: Pendidikan George Soros, Miliarder yang Diduga sebagai Dalang Demo Ricuh di Indonesia
Tidak seperti banyak pesaing yang bergantung pada penjualan duty free atau pasar China, APR menonjol berkat pemasaran lewat TikTok dan produk berteknologi modern. Popularitas K-beauty semakin mendongkrak APR, terutama setelah merek andalannya, Medicube, digunakan selebritas internasional.
Pada 2023, Hailey Bieber membagikan pengalamannya memakai gel mask Medicube dan kemudian mendukung perangkat Age-R Booster-H, yang melambungkan nama brand tersebut. Momentum berlanjut pada 2024, ketika APR menggandeng Kylie Jenner, Kendall Jenner, dan Khloe Kardashian untuk kampanye global.
Tahun ini, saham APR melonjak pesat hingga menjadi perusahaan kecantikan terbesar di Korea Selatan berdasarkan nilai pasar, melampaui Amorepacific, menurut Bloomberg. Kim menegaskan ambisinya menjadikan APR perusahaan paling inovatif di sektor kecantikan.
5. Hou Juncheng – Proya
Hou Juncheng mendirikan Proya pada 2006 di Zhejiang, China, setelah sebelumnya berpengalaman mendistribusikan merek kosmetik lokal seperti "Yue-Sai" sejak 1990-an. Dengan memanfaatkan e-commerce, siaran langsung, dan media sosial, Proya berhasil menarik konsumen muda, terutama perempuan usia 18–24 tahun di kota kecil hingga menengah.
Tahun lalu, pendapatan perusahaan menembus 10 miliar yuan atau setara USD1,4 miliar, menjadi tonggak sejarah sebagai merek kecantikan lokal pertama yang mencapai angka tersebut. Di bawah kepemimpinan Hou, Proya banyak berinvestasi di bidang riset dan pengembangan, menghasilkan 256 paten.
Ia juga menggagas proyek “Oriental Grasse” untuk membangun pusat industri kosmetik modern di Hangzhou dan Huzhou. Ke depan, Hou berencana membuka pusat inovasi di Paris serta melakukan akuisisi untuk memperkuat posisi global Proya. Kekayaannya kini diperkirakan mencapai USD1,7 miliar artau setara Rp28,3 triliun.
Tidak seperti banyak pesaing yang bergantung pada penjualan duty free atau pasar China, APR menonjol berkat pemasaran lewat TikTok dan produk berteknologi modern. Popularitas K-beauty semakin mendongkrak APR, terutama setelah merek andalannya, Medicube, digunakan selebritas internasional.
Pada 2023, Hailey Bieber membagikan pengalamannya memakai gel mask Medicube dan kemudian mendukung perangkat Age-R Booster-H, yang melambungkan nama brand tersebut. Momentum berlanjut pada 2024, ketika APR menggandeng Kylie Jenner, Kendall Jenner, dan Khloe Kardashian untuk kampanye global.
Tahun ini, saham APR melonjak pesat hingga menjadi perusahaan kecantikan terbesar di Korea Selatan berdasarkan nilai pasar, melampaui Amorepacific, menurut Bloomberg. Kim menegaskan ambisinya menjadikan APR perusahaan paling inovatif di sektor kecantikan.
5. Hou Juncheng – Proya
Hou Juncheng mendirikan Proya pada 2006 di Zhejiang, China, setelah sebelumnya berpengalaman mendistribusikan merek kosmetik lokal seperti "Yue-Sai" sejak 1990-an. Dengan memanfaatkan e-commerce, siaran langsung, dan media sosial, Proya berhasil menarik konsumen muda, terutama perempuan usia 18–24 tahun di kota kecil hingga menengah.
Tahun lalu, pendapatan perusahaan menembus 10 miliar yuan atau setara USD1,4 miliar, menjadi tonggak sejarah sebagai merek kecantikan lokal pertama yang mencapai angka tersebut. Di bawah kepemimpinan Hou, Proya banyak berinvestasi di bidang riset dan pengembangan, menghasilkan 256 paten.
Ia juga menggagas proyek “Oriental Grasse” untuk membangun pusat industri kosmetik modern di Hangzhou dan Huzhou. Ke depan, Hou berencana membuka pusat inovasi di Paris serta melakukan akuisisi untuk memperkuat posisi global Proya. Kekayaannya kini diperkirakan mencapai USD1,7 miliar artau setara Rp28,3 triliun.
(nng)
Lihat Juga :