Pemerintah Perlu Kembangkan Kawasan Salt Triangle Bipolo-Sabu-Rote sebagai Lumbung Garam Nasional
Jum'at, 26 September 2025 - 10:43 WIB
Ongen menambahkan, NTT memiliki iklim yang sangat ideal untuk mengembangkan potensi gram, menurutnya, karakteristik cuaca panas dengan intensitas sinar matahari tinggi, mirip dengan kawasan produsen garam premium di Australia. "Itu artinya tiga Kawasan itu memiliki potensi, sehingga pemerintah bisa segera menetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus," tegas Ongen.
Meski peluangnya besar, Ongen melihat sejumlah tantangan juga mengemuka, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, dan pelabuhan, hingga persoalan sosial seperti kepemilikan lahan dan partisipasi masyarakat lokal. "Selain itu, peningkatan kualitas produksi dan sertifikasi mutu garam menjadi kunci agar produk NTT mampu bersaing di pasar domestik maupun ekspor," tegasnya.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Ongen menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir di NTT.
"Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan Salt Triangle Bipolo-Sabu-Rote berpeluang menjadi ikon baru industri garam nasional dan pintu masuk pengembangan sektor maritim lainnya. Langkah ini sekaligus mendukung target pemerintah mencapai swasembada garam pada 2027," tututp Doktor Ilmu Kelautan IPB ini.
Meski peluangnya besar, Ongen melihat sejumlah tantangan juga mengemuka, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, dan pelabuhan, hingga persoalan sosial seperti kepemilikan lahan dan partisipasi masyarakat lokal. "Selain itu, peningkatan kualitas produksi dan sertifikasi mutu garam menjadi kunci agar produk NTT mampu bersaing di pasar domestik maupun ekspor," tegasnya.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Ongen menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir di NTT.
"Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan Salt Triangle Bipolo-Sabu-Rote berpeluang menjadi ikon baru industri garam nasional dan pintu masuk pengembangan sektor maritim lainnya. Langkah ini sekaligus mendukung target pemerintah mencapai swasembada garam pada 2027," tututp Doktor Ilmu Kelautan IPB ini.
(nng)
Lihat Juga :