Bank Dunia Kerek Proyeksi Ekonomi Indonesia Jadi 4,8%, Ada Peran Purbaya?

Kamis, 09 Oktober 2025 - 07:48 WIB
Laporan tersebut mencatat, komposisi belanja pemerintah Indonesia yang masih dominan pada subsidi pangan, energi, dan transportasi, serta investasi yang diarahkan negara, perlu dioptimalkan agar lebih berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang. Namun, Indonesia tetap diapresiasi karena mampu menjaga defisit fiskal dalam batas aman sesuai aturan.

Sementara, pasar tenaga kerja di kawasan EAP disebut tetap tangguh, meski tantangan pengangguran muda masih membayangi. Sekitar satu dari tujuh pemuda di China dan Indonesia belum memiliki pekerjaan. Perubahan teknologi, digitalisasi, dan adopsi kecerdasan buatan (AI) juga menciptakan pergeseran besar dalam struktur ketenagakerjaan.

Baca Juga: Dapat Duit Rp10 Triliun dari Purbaya, Dirut BSI: Sebentar Lagi Juga Habis

Di Indonesia, penduduk usia muda 15–24 tahun mencapai hampir 15% dari total populasi, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan tertinggal sekitar 15 poin persentase dibanding laki-laki. Kondisi ini dinilai mirip dengan Malaysia dan Filipina, dan menjadi tantangan tersendiri bagi inklusi ekonomi nasional.

Bank Dunia menilai, kontras demografis antara populasi menua di China dan Malaysia, serta ledakan populasi muda di Indonesia dan Kamboja, akan menentukan arah ketenagakerjaan di kawasan dalam dekade mendatang. Lembaga tersebut menekankan pentingnya penciptaan pekerjaan yang lebih produktif, terutama bagi pemuda dan perempuan untuk menjaga daya saing ekonomi kawasan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!