Transformasi Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan

Kamis, 09 Oktober 2025 - 18:27 WIB
Kecerdasan buatan (AI) kini juga memainkan peran penting dalam mempercepat layanan. Di sejumlah perusahaan asuransi, proses klaim yang sebelumnya memakan waktu hingga tujuh hari kini dapat diselesaikan kurang dari 24 jam. Tingkat akurasi deteksi fraud pun mencapai lebih dari 90%. Teknologi ini membuat layanan semakin transparan karena setiap proses terekam digital dan mudah diaudit.

Baca Juga: Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia, Keuangan Syariah Masuk Tiga Besar Global

Transformasi digital turut mendorong desain produk keuangan yang lebih inklusif. Dengan dukungan data dan AI, perusahaan dapat menghadirkan produk asuransi mikro, perlindungan perjalanan berbasis jarak, atau proteksi digital untuk pengguna aktif layanan daring. Meski demikian, tingkat penetrasi asuransi Indonesia masih rendah, yakni 2,72% terhadap PDB per Februari 2025, menurun tipis dari 2,84 persen pada Desember 2024. Angka ini masih jauh di bawah Malaysia 4,8% dan Singapura 11,4%.

Sementara itu, sektor lain seperti e-commerce dan transportasi digital telah lebih dulu membuktikan dampak nyata transformasi. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024, video commerce menyumbang 20% dari total GMV e-commerce, naik signifikan dibanding 5% pada 2022. Pertumbuhan serupa terjadi di layanan transportasi digital yang mencatat kenaikan sekitar 13% year on year hingga menembus nilai GMV USD9 miliar pada 2024.

Transformasi digital pada akhirnya bukanlah proyek sesaat, melainkan perjalanan panjang menuju keberlanjutan. Di tengah disrupsi dan persaingan yang ketat, yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling canggih, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya. Karena dalam industri keuangan, kepercayaan bukan sekadar aset melainkan fondasi dari keberlanjutan itu sendiri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!