Trump Kobarkan Perang Dagang Lagi ke China, Harga Bitcoin Tumbang dalam Sekejap
Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:04 WIB
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun sekitar 13 persen menjadi USD3,78 triliun. Meski demikian, volume perdagangan melonjak ke USD333,8 miliar tertinggi sejak Agustus mencerminkan meningkatnya aktivitas jual-beli di tengah kepanikan pasar.
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai gejolak tersebut memperlihatkan bagaimana aset digital kini sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik dan sentimen risiko global.
"Bitcoin sering disebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan moneter, tetapi dalam kondisi ekstrem, ia bergerak layaknya aset berisiko tinggi. Pasar global yang terguncang, likuiditas tipis, dan aksi jual berantai pada posisi leverage memicu penurunan cepat yang kemudian diikuti aksi beli algoritmik," jelas Antony dalam pernyataannya, Minggu (12/10).
Menurut Antony, koreksi tersebut bukan pertanda melemahnya fundamental Bitcoin, melainkan reaksi spontan pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang. Para investor harus melihat lebih sekedar harga saat ini.
"Koreksi ini bukan pertanda fundamental Bitcoin melemah, melainkan reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang dan risiko makro. Mereka yang mampu menjaga perspektif jangka panjang dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis," ujarnya.
Baca Juga: Kripto Sumbang Rp70 Triliun ke PDB RI, Ciptakan 333.000 Lapangan Kerja
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai gejolak tersebut memperlihatkan bagaimana aset digital kini sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik dan sentimen risiko global.
"Bitcoin sering disebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan moneter, tetapi dalam kondisi ekstrem, ia bergerak layaknya aset berisiko tinggi. Pasar global yang terguncang, likuiditas tipis, dan aksi jual berantai pada posisi leverage memicu penurunan cepat yang kemudian diikuti aksi beli algoritmik," jelas Antony dalam pernyataannya, Minggu (12/10).
Menurut Antony, koreksi tersebut bukan pertanda melemahnya fundamental Bitcoin, melainkan reaksi spontan pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang. Para investor harus melihat lebih sekedar harga saat ini.
"Koreksi ini bukan pertanda fundamental Bitcoin melemah, melainkan reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang dan risiko makro. Mereka yang mampu menjaga perspektif jangka panjang dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis," ujarnya.
Baca Juga: Kripto Sumbang Rp70 Triliun ke PDB RI, Ciptakan 333.000 Lapangan Kerja
Lihat Juga :