Investasi Rp1.434 Triliun Masuk ke RI di 9 Bulan Pertama 2025, Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 13:36 WIB
Berdasarkan persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan porsi 51,7% atau Rp741,8 triliun, sementara Jawa mencatat 48,3% atau Rp692,5 triliun, menunjukkan pemerataan arus investasi nasional.
Rosan menjabarkan dari sisi negara asal, Singapura menjadi investor terbesar dengan realisasi USD 12,6 miliar (31,3%), diikuti Hong Kong sebesar USD7,3 miliar (18%), China USD5,4 miliar (13,5%), Malaysia USD2,7 miliar (6,8%), dan Jepang USD2,3 miliar (5,8%).
Jika dilihat dari subsektor, baik PMA maupun PMDN sama-sama menunjukkan dominasi investasi pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp196,4 triliun (13,7%).
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di posisi kedua dengan nilai Rp163,3 triliun (11,4%), diikuti pertambangan Rp158,1 triliun (11%), jasa lainnya Rp130 triliun (9,1%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp105,2 triliun (7,3%).
Untuk PMA secara spesifik, industri logam dasar tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD10,8 miliar atau 26,8% dari total PMA, disusul pertambangan USD3,5 miliar, jasa lainnya USD3,4 miliar, industri kimia dan farmasi USD2,6 miliar, serta transportasi dan telekomunikasi USD2,5 miliar.
Rosan menjabarkan dari sisi negara asal, Singapura menjadi investor terbesar dengan realisasi USD 12,6 miliar (31,3%), diikuti Hong Kong sebesar USD7,3 miliar (18%), China USD5,4 miliar (13,5%), Malaysia USD2,7 miliar (6,8%), dan Jepang USD2,3 miliar (5,8%).
Jika dilihat dari subsektor, baik PMA maupun PMDN sama-sama menunjukkan dominasi investasi pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp196,4 triliun (13,7%).
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di posisi kedua dengan nilai Rp163,3 triliun (11,4%), diikuti pertambangan Rp158,1 triliun (11%), jasa lainnya Rp130 triliun (9,1%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp105,2 triliun (7,3%).
Untuk PMA secara spesifik, industri logam dasar tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD10,8 miliar atau 26,8% dari total PMA, disusul pertambangan USD3,5 miliar, jasa lainnya USD3,4 miliar, industri kimia dan farmasi USD2,6 miliar, serta transportasi dan telekomunikasi USD2,5 miliar.
Lihat Juga :