Dari Risiko ke Peluang: Menguatkan Tata Kelola AI yang Etis dan Inklusif di RI
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 14:46 WIB
Indonesia berada di persimpangan penting: antara mengejar pertumbuhan teknologi dan memastikan tata kelola AI yang aman, adil, dan relevan bagi publik. Foto/Dok
JAKARTA - Di tengah sorotan global terhadap kecerdasan buatan (AI) , termasuk momentum ASEAN–UK AI Innovation Summit pekan lalu di Kuala Lumpur, Indonesia berada di persimpangan penting: antara mengejar pertumbuhan teknologi dan memastikan tata kelola AI yang aman, adil, dan relevan bagi publik.
Menjawab kebutuhan itu, Think Policy bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan didukung oleh Komdigi merilis laporan “Co-Creating Indonesia’s AI Future Through Meaningful Policy Dialogues” sebuah dokumen yang menyusun berbagai pelajaran dari praktik, tantangan, dan peluang pengembangan AI di Indonesia hari ini.
Laporan ini dirancang sebagai panduan praktis yang bisa dibaca siapa saja: dari pembuat kebijakan, pelaku industri, hingga masyarakat umum yang ingin memahami arah AI ke depan. Baca Juga: Integrasikan Teknologi AI ke Dalam Ekosistem Bisnis
Sepanjang 2024-2025, tim penyusun laporan berdialog dengan berbagai aktor dari enam sektor strategis: E-commerce, Keuangan, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan. Forum lintas sektor yang membahas talenta digital , interoperabilitas kebijakan, dan etika juga menjadi bagian penting dalam merumuskan temuan-temuan laporan ini.
Hasilnya adalah peta yang jujur dan menyeluruh tentang bagaimana AI bekerja di lapangan, siapa saja aktor utamanya, serta celah-celah yang masih perlu dijembatani lewat kebijakan.
Menjawab kebutuhan itu, Think Policy bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan didukung oleh Komdigi merilis laporan “Co-Creating Indonesia’s AI Future Through Meaningful Policy Dialogues” sebuah dokumen yang menyusun berbagai pelajaran dari praktik, tantangan, dan peluang pengembangan AI di Indonesia hari ini.
Laporan ini dirancang sebagai panduan praktis yang bisa dibaca siapa saja: dari pembuat kebijakan, pelaku industri, hingga masyarakat umum yang ingin memahami arah AI ke depan. Baca Juga: Integrasikan Teknologi AI ke Dalam Ekosistem Bisnis
Sepanjang 2024-2025, tim penyusun laporan berdialog dengan berbagai aktor dari enam sektor strategis: E-commerce, Keuangan, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan. Forum lintas sektor yang membahas talenta digital , interoperabilitas kebijakan, dan etika juga menjadi bagian penting dalam merumuskan temuan-temuan laporan ini.
Hasilnya adalah peta yang jujur dan menyeluruh tentang bagaimana AI bekerja di lapangan, siapa saja aktor utamanya, serta celah-celah yang masih perlu dijembatani lewat kebijakan.
Lihat Juga :