Dari Risiko ke Peluang: Menguatkan Tata Kelola AI yang Etis dan Inklusif di RI
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 14:46 WIB
“Banyak perbincangan soal AI masih terlalu teknis, padahal ini menyentuh hidup sehari-hari: dari rekomendasi belanja, proteksi dari penipuan, sampai bagaimana anak-anak belajar di sekolah,” jelas Chief Growth Officer Think Policy, Florida Andriana.
“Kami menyusun laporan ini untuk mempertemukan suara publik, inovator, dan pembuat kebijakan, agar arah AI Indonesia benar-benar kontekstual, adaptif, dan tidak lepas dari nilai-nilai kemanusiaan," paparnya.
Untuk menjawab kompleksitas ini, laporan mengusulkan enam fondasi ekosistem AI nasional:
1. Infrastruktur digital yang merata dan siap untuk skala
2. Talenta digital yang andal secara teknis dan tanggap secara etik
“Kami menyusun laporan ini untuk mempertemukan suara publik, inovator, dan pembuat kebijakan, agar arah AI Indonesia benar-benar kontekstual, adaptif, dan tidak lepas dari nilai-nilai kemanusiaan," paparnya.
6 Usulan Fondasi Ekosistem AI Nasional
AI sudah digunakan luas, tapi tantangannya pun tak sedikit: siapa yang bertanggung jawab jika hasil AI keliru? Apakah semua orang punya akses yang setara? Bagaimana mencegah bias dalam algoritma? Laporan ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar kagum pada teknologi, tapi juga waspada dan reflektif.Untuk menjawab kompleksitas ini, laporan mengusulkan enam fondasi ekosistem AI nasional:
1. Infrastruktur digital yang merata dan siap untuk skala
2. Talenta digital yang andal secara teknis dan tanggap secara etik
Lihat Juga :