IHSG Pekan Ini Diproyeksi Menguji 8.200, Investor Tunggu The Fed Pangkas Suku Bunga
Senin, 27 Oktober 2025 - 06:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi pada pekan ini, fokus pasar tertuju pada pertemuan The Federal Reserve (The Fed). Foto/Dok
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berpotensi mengalami koreksi pada pekan ini, fokus pasar tertuju pada pertemuan The Federal Reserve ( The Fed ) dan dinamika hubungan dagang Amerika Serikat–China.Phintraco Sekuritas dalam risetnya memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Selasa (29/10).
"Selain itu, pasar juga akan mencermati pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi di Korea Selatan yang dijadwalkan Kamis (30/10)," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Bursa Sepekan: IHSG Naik 4,5%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.234 Triliun
Dari sisi global. Menteri Keuangan AS dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China di Malaysia pada Sabtu (25/10) dan Minggu (26/10). Analis mengharapkan rangkaian agenda tersebut dapat meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Selain itu, optimisme terhadap musim laporan keuangan emiten pada kuartal III/2025, dan potensi penguatan ekonomi domestik di kuartal IV dinilai turut menjadi pendorong kenaikan IHSG.
Sementara secara teknikal, analis menilai IHSG membentuk candlestick shooting star yang mengindikasikan potensi koreksi. Adapun indikator stochastic RSI juga disebut berpotensi membentuk death cross di area pivot. Level resistance IHSG berada di 8.300, dan support di 8.200.
"Selain itu, pasar juga akan mencermati pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi di Korea Selatan yang dijadwalkan Kamis (30/10)," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Bursa Sepekan: IHSG Naik 4,5%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.234 Triliun
Dari sisi global. Menteri Keuangan AS dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China di Malaysia pada Sabtu (25/10) dan Minggu (26/10). Analis mengharapkan rangkaian agenda tersebut dapat meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Selain itu, optimisme terhadap musim laporan keuangan emiten pada kuartal III/2025, dan potensi penguatan ekonomi domestik di kuartal IV dinilai turut menjadi pendorong kenaikan IHSG.
Sementara secara teknikal, analis menilai IHSG membentuk candlestick shooting star yang mengindikasikan potensi koreksi. Adapun indikator stochastic RSI juga disebut berpotensi membentuk death cross di area pivot. Level resistance IHSG berada di 8.300, dan support di 8.200.
Lihat Juga :