Program MBG Strategis Tekan Stunting Sekaligus Gerakkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 01 November 2025 - 12:45 WIB
Kendala lain terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia dan pengawasan kualitas pangan. Menurut Rizal, rasio satu ahli gizi untuk 3.000 hingga 4.000 porsi makanan sangat berat, sehingga berisiko menimbulkan persoalan keamanan pangan. “Kabar baiknya, regulasi baru kini membatasi produksi maksimal 2.000 porsi per satuan penyedia pangan. Ini langkah korektif yang patut diapresiasi,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Soroti MBG, Ketua BEM UGM Beri 2 Rekomendasi Ini kepada Pemerintah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menerbitkan panduan monitoring program MBG, mencakup pengukuran antropometri rutin dan pelacakan food waste. Data tersebut menjadi dasar evaluasi agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, keberhasilan MBG bergantung pada sinergi antarinstansi dan edukasi gizi di tingkat keluarga. Dengan pelaksanaan yang konsisten, MBG diharapkan tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif yang mampu memperkuat ekonomi keluarga Indonesia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!