Surplus 65 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Catat USD4,34 Miliar di September 2025
Senin, 03 November 2025 - 13:35 WIB
Sementara, neraca perdagangan migas masih mencatat defisit sebesar USD1,64 miliar, yang disebabkan oleh meningkatnya impor hasil minyak dan minyak mentah. Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia pada periode Januari hingga September 2025 tetap mencatatkan surplus besar senilai USD33,48 miliar. Dari jumlah tersebut, komoditas nonmigas menyumbang USD47,20 miliar, sementara migas masih mengalami defisit USD13,71 miliar.
Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa dari sisi mitra dagang, Indonesia masih menikmati surplus terbesar dengan Amerika Serikat USD13,48 miliar, India USD10,45 miliar, dan Filipina USD6,54 miliar.
Sebaliknya, defisit perdagangan tercatat paling besar terhadap China USD14,32 miliar, Australia USD4,01 miliar, dan Singapura USD3,43 miliar. Jika dilihat lebih spesifik pada komoditas nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD15,70 miliar, India USD10,52 miliar, dan Filipina USD6,45 miliar. Adapun defisit nonmigas terdalam terjadi dengan China USD15,60 miliar, disusul Australia USD3,38 miliar dan Thailand USD1,29 miliar.
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus USD5,49 Miliar per Agustus 2025, Defisit dengan China Kian Dalam
Tren surplus yang berkelanjutan ini menunjukkan daya saing ekspor Indonesia yang tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Kinerja positif sektor nonmigas menjadi pilar utama penopang neraca perdagangan nasional.
Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa dari sisi mitra dagang, Indonesia masih menikmati surplus terbesar dengan Amerika Serikat USD13,48 miliar, India USD10,45 miliar, dan Filipina USD6,54 miliar.
Sebaliknya, defisit perdagangan tercatat paling besar terhadap China USD14,32 miliar, Australia USD4,01 miliar, dan Singapura USD3,43 miliar. Jika dilihat lebih spesifik pada komoditas nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD15,70 miliar, India USD10,52 miliar, dan Filipina USD6,45 miliar. Adapun defisit nonmigas terdalam terjadi dengan China USD15,60 miliar, disusul Australia USD3,38 miliar dan Thailand USD1,29 miliar.
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus USD5,49 Miliar per Agustus 2025, Defisit dengan China Kian Dalam
Tren surplus yang berkelanjutan ini menunjukkan daya saing ekspor Indonesia yang tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Kinerja positif sektor nonmigas menjadi pilar utama penopang neraca perdagangan nasional.
(nng)
Lihat Juga :