5 Negara Pemilik Mineral Paling Krusial di Dunia, Kunci Masa Depan Energi dan Teknologi

Selasa, 04 November 2025 - 17:10 WIB
Segelintir negara mendominasi pasokan mineral krusial dan pemurnian global, untuk menentukan siapa yang bakal memimpin transisi energi dan teknologi di masa depan. Foto/Dok
JAKARTA - Segelintir negara mendominasi pasokan mineral krusial dan pemurnian global, untuk menentukan siapa yang bakal memimpin transisi energi dan teknologi di masa depan. Beberapa mineral yang menggerakkan baterai, kendaraan listrik, dan teknologi hijau, di antaranya yakni lithium, kobalt, dan unsur tanah jarang (rare earth).

Mineral kritis seperti lithium, kobalt, dan unsur tanah jarang sangat penting untuk pembuatan baterai, mobil listrik, dan teknologi energi hijau. Namun hanya beberapa negara yang menguasai sebagian besar mineral ini.



Salah satu yang menjadi sorotan adalah mineral langka tanah jarang seiring kuatnya fundamental penawaran dan permintaan, saat dunia menuju era ekonomi baru, ketika fokus pada energi bersih dan kemajuan teknologi. Ada baiknya melihat negara mana saja yang memiliki cadangan terbesar untuk beberapa mineral paling krusial di muka bumi.

Ini Daftar Lima Negara Penguasa Mineral Krusial

1. China

China merupakan pemimpin untuk urusan elemen tanah jarang, mereka menguasai lebih dari 60% pasokan global dan 90% pemurnian. China juga memproduksi sejumlah besar grafit, tungsten, vanadium, dan logam langka yang digunakan dalam industri elektronik dan pertahanan. Penguasaan strategisnya atas rantai pasokan dari tambang hingga pasar tidak tertandingi oleh negara lain.



China memiliki cadangan tanah jarang tertinggi sebesar 44 juta metrik ton (MT). Negara ini juga merupakan produsen tanah jarang terkemuka di dunia pada tahun 2024, usai menghasilkan 270.000 MT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!