PSBB Jilid II Tak Begitu Menakutkan, Indeks Perkasa Lagi dan Diprediksi Tembus 6.000

Senin, 14 September 2020 - 19:55 WIB
Sementara Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution menilai PSBB Jilid II yang semula diperkirakan persis sama dengan PSBB jilid I, ternyata tidak demikian. Dalam hal ini PSBB jilid II cenderung lebih longgar, karena usaha-usaha yang non-esensial termasuk pusat perbelanjaan boleh tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Dengan demikian dampak ke pertumbuhan ekonomi tidak seburuk yang diperkirakan semula, sehingga pelaku pasar kembali memburu saham-saham yang dinilai prospektif," ujar Damhuri. ( Baca juga:Diperiksa Lagi, Begini Penampilan Baru Jaksa Pinangki )

Lebih lanjut dia juga menyebut juga ada sentimen lain yang juga datang dari aksi jual saham-saham teknologi di pasar global yang sudah mulai mereda. Kedua hal ini menurutnya yang membuat pasar saham Indonesia kembali mencatat kenaikan yang sangat signifikan.

Sebelumnya, pengamat pasar modal dari Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan saham teknologi AS mengalami tekanan turun. Bahkan penurunannya hingga lima kali dalam enam hari terakhir. Pelaku pasar mulai khawatir ada gelembung saham teknologi di tengah kebangkitan virus corona baru di beberapa negara. Dua pekan lalu penurunan saham teknologi terlihat sebagai aksi ambil untung akibat kenaikan yang terjadi sejak Maret 2020.

Penurunan saham teknologi di Amerika Serikat masih terlalu sedikit dan membuka peluang penurunan lanjutan. Tetapi juga mulai ada sinyal naiknya yield surat uutang Amerika. Ini menandakan kekhawatiran pasar juga melebar ke aset keuangan lainnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!