Wuih! 9 BUMN Dibanjiri Duit Rp42,3 Triliun, Ini Rinciannya
Senin, 14 September 2020 - 22:19 WIB
Sementara terkait dengan postur biaya investasi sembilan perseroan negara, Kementerian BUMN telah membahas bersama dengan Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, pada Senin siang tadi juga sudah memaparkan jumlah anggaran yang nantinya akan diperoleh kesembilan BUMN. "Soal biaya investasi sejumlah perusahaan BUMN, itu detilnya ada," kata dia.
Adapun rincian alokasi dana investasi bagi sembilan BUMN diantaranya, pertama, PT PLN (Persero) mendapat biaya investasi senilai Rp5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk transmisi, gardu induk, dan distribusi untuk listrik pedesaan.
Kedua, Hutama Karya memperoleh biayaan investasi senilai Rp6,2 triliun. Dana ini digunakan untuk mengembangkan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera (JTTS) untuk tiga ruas tol. (Baca juga: Tarif Tol Layang Berlaku Februari 2021, 4 Gerbang Lainnya Menyesuaikan )
Ketiga, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) memperoleh dana investasi sebesar Rp2,25 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk mendukung penyediaan dana murah jangka panjang kepada penyalur KPR FLPP (porsi pendanaan 25 persen).
Keempat, Rp20 triliun untuk peningkatan kapasitas usaha dalam menata industri perasuransian dan penjaminan di PT BPUI (Persero). Kelima, Rp1,2 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Benoa untuk mendukung program Bali Maritime Tourism Hub.
Adapun rincian alokasi dana investasi bagi sembilan BUMN diantaranya, pertama, PT PLN (Persero) mendapat biaya investasi senilai Rp5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk transmisi, gardu induk, dan distribusi untuk listrik pedesaan.
Kedua, Hutama Karya memperoleh biayaan investasi senilai Rp6,2 triliun. Dana ini digunakan untuk mengembangkan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera (JTTS) untuk tiga ruas tol. (Baca juga: Tarif Tol Layang Berlaku Februari 2021, 4 Gerbang Lainnya Menyesuaikan )
Ketiga, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) memperoleh dana investasi sebesar Rp2,25 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk mendukung penyediaan dana murah jangka panjang kepada penyalur KPR FLPP (porsi pendanaan 25 persen).
Keempat, Rp20 triliun untuk peningkatan kapasitas usaha dalam menata industri perasuransian dan penjaminan di PT BPUI (Persero). Kelima, Rp1,2 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Benoa untuk mendukung program Bali Maritime Tourism Hub.
Lihat Juga :