Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?

Senin, 17 November 2025 - 08:59 WIB
Di sisi lain, potensi opportunistic rounding menjadi kekhawatiran utama. Para pedagang dinilai cenderung membulatkan harga ke atas guna menjaga margin keuntungan. Harga Rp9.000, misalnya, berisiko menjadi Rp10, bukan Rp9 dalam rupiah baru. Kondisi ini dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Selain dampak harga, redenominasi akan menimbulkan konsekuensi teknis seperti penyesuaian sistem akuntansi, pembaruan mesin transaksi, hingga penarikan uang lama. Pada tahap awal, penukaran uang berpotensi memunculkan antrean panjang di bank, mengingat transaksi tunai masih dominan di Indonesia.

Wisatawan asing juga diprediksi terdampak, baik akibat kebingungan dalam konversi harga maupun kenaikan biaya selama masa transisi. Karena itu, komunikasi publik menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan ini.

"Ketiadaan komunikasi yang efektif dapat menimbulkan kepanikan, terutama di sektor ritel yang memiliki ribuan jenis barang dengan penyesuaian harga," katanya.

RUU redenominasi ditargetkan selesai pada 2027. Namun tanpa persiapan sistemik dan sosialisasi luas, proses transisi dikhawatirkan justru memicu gejolak harga dan benar-benar membuat liburan di Bali jadi lebih mahal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!