Hadapi Diskriminasi Global, Indonesia Perketat Standar Sawit Berkelanjutan

Kamis, 20 November 2025 - 12:46 WIB
Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong pemberdayaan petani kecil melalui akses pembiayaan yang lebih inklusif, adopsi teknologi modern, dan peningkatan produktivitas. Di saat yang sama, Bappenas memperkuat regulasi tata kelola, program peremajaan kebun, ketertelusuran digital, serta pengetatan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) agar semakin diakui oleh pasar internasional.

Baca Juga: Perlu Peninjauan Kembali Data Satgas PKH agar Kebijakan Tak Rugikan Petani Sawit

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi luas lintas sektor dan negara. Ia menekankan pentingnya membangun industri sawit yang menjunjung prinsip etika, keberlanjutan, dan keadilan sosial, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana dari Bali yang mengajarkan harmoni antar manusia, alam, dan spiritualitas.

Rachmat menegaskan, transformasi industri sawit harus memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal, terutama petani kecil yang menjadi tulang punggung produksi. Penguatan nilai tambah, peningkatan kesejahteraan, serta pengembangan ekonomi hijau disebut sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Minyak sawit adalah kemitraan kemanusiaan. Dengan bekerja bersama, kita dapat menjadikannya simbol kerja sama dan kemajuan bersama," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!