Aspebindo Energy Executive Forum 2025 Tekankan Kolaborasi Menuju Swasembada Energi

Jum'at, 21 November 2025 - 09:22 WIB
"Tren produksi migas menurun, sementara sekitar 50% potensi migas Indonesia belum dieksplorasi dan membutuhkan biaya serta teknologi tinggi. Indonesia harus semakin kompetitif untuk menarik investor global," ujarnya.

Baca Juga: ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

IPA juga menekankan pentingnya kepastian kontrak jangka panjang dan revisi regulasi migas untuk memperkuat iklim investasi serta menarik modal eksplorasi dan produksi. Pada sesi energi terbarukan, Fabby Tumewa dari IESR, menyoroti peluang percepatan pemanfaatan PLTS atap, biofuel, waste-to-energy, hingga potensi co-firing biomassa di PLTU sebagai langkah praktis dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Fabby menambahkan bahwa tanpa ketersedian energi bersih dengan harga yang terjangkau, investor akan mencari tempat lain untuk investasi. Akademisi dan pengamat energi dari Tri Sakti, Komaidi Notonegoro menekankan pentingnya keseimbangan dalam menentukan harga energi. Setiap kenaikan harga energi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Pada saat yang sama, harga energi yang terlalu rendah akan mematikan industri energi dan mengamcam ketahanan energi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!