SUN Energy Dorong Industri Tambang Beralih ke Operasi Rendah Emisi

Jum'at, 21 November 2025 - 21:55 WIB
Sistem ini mudah dibongkar-pasang, dipindahkan antar site, dan sangat efisien untuk tahapan eksplorasi maupun produksi. Dengan demikian, perusahaan tambang dapat menekan biaya bahan bakar, mengurangi jejak emisi, sekaligus menjaga kontinuitas produksi di area terpencil.

SUN Energy juga memperluas solusi dekarbonisasi di sektor transportasi melalui SUN Mobility, penyedia Fleet-as-a-Service (FaaS) yang mengintegrasikan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya di area tambang. Elektrifikasi kendaraan operasional terbukti menurunkan emisi gas buang sekaligus mengurangi biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar, menghasilkan efisiensi signifikan di seluruh rantai pasok pertambangan.

"Pada akhir tahun 2025, SUN Mobility dijadwalkan mulai mengoperasikan puluhan armada kendaraan listrik di salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia sebagai bagian dari inisiatif green mining," ujarnya.

Baca Juga: Solar Kalkulator SUN Energy Dorong Industri Jatim Percepat Transisi ke Energi Surya

Sementara itu, melalui NIRA, SUN Energy menghadirkan solusi sustainable water management yang berfokus pada efisiensi dan daur ulang air di area tambang. Di PT Berau Coal, teknologi ini menggunakan sistem pengolahan air ultrafiltration dan reverse osmosis untuk memurnikan dan memanfaatkan kembali air proses, sehingga mengurangi penggunaan air baru dan menjaga keberlanjutan lingkungan di area operasi tambang.

"Transformasi green mining yang dipimpin oleh SUN Energy sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, serta penerapan Good Mining Practice (kaidah pertambangan yang baik) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," pungkas dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!