Pemanfaatan PLTS Dorong Transformasi Green Mining di Indonesia

Kamis, 27 November 2025 - 09:00 WIB
Penerapan green mining kini menuntut pendekatan yang terintegrasi antara energi terbarukan, elektrifikasi, dan pengelolaan sumber daya yang efisien. Kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Battery Energy Storage System (BESS), serta digitalisasi sistem operasional menjadi kunci menuju pertambangan yang hemat energi dan rendah emisi.

Melalui konsep Sustainability-as-a-Service, SUN Energy dan entitas dalam grupnya, SUN Terra (teknologi PLTS & BESS), SUN Mobility (Fleet-as-a-Service), serta NIRA (pengelolaan air berkelanjutan) menghadirkan solusi terintegrasi bagi sektor pertambangan. Pendekatan terintegrasi ini mencerminkan arah baru menuju praktik pertambangan yang lebih hijau, efisien, dan sejalan dengan agenda dekarbonisasi industri nasional. Teknologi PLTS dan BESS memastikan pasokan listrik yang stabil, termasuk di area tambang terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik nasional. Sementara itu, elektrifikasi kendaraan operasional berpotensi menekan biaya konsumsi solar hingga 40%, dan sistem pemantauan digital memungkinkan analisis tren konsumsi energi serta tindakan korektif secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan aset.

Studi McKinsey & Company menunjukkan bahwa elektrifikasi tambang yang dikombinasikan dengan energi terbarukan dapat mengurangi biaya energi hingga 40-70% dan emisi karbon hingga 60-80%, terutama pada operasi yang sebelumnya bergantung pada bahan bakar fosil. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi energi bersih bukan hanya bagian dari agenda dekarbonisasi, tetapi juga strategi efisiensi jangka panjang bagi industri tambang global.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!