Pengembangan PLTP Dinilai Bisa Selaras dengan Konservasi Alam

Jum'at, 28 November 2025 - 18:24 WIB
Area eksplorasi yang digunakan tercatat sangat kecil, hanya sekitar 0,02 persen dari total luas taman nasional. Proyek yang berada di Wilayah Kerja Panas Bumi Cipanas berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2778 K/30/MEM/2014 itu juga tidak melibatkan pembukaan hutan primer maupun wilayah ekologis penting. Seluruh kegiatan teknis dipastikan mengikuti standar internasional, mulai dari desain sumur berlapis casing hingga penggunaan blowout preventer (BOP). "Setiap tahapan harus melalui evaluasi risiko dan memenuhi standar konservasi," kata Subkoordinator Penyiapan dan Evaluasi EBTKE, Andi Susmanto.

Dia menyebut pengembangan PLTP menjadi bagian penting dalam strategi transisi energi nasional. Staf Khusus Menteri ESDM, Pradana Indraputra, menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah mencapai NZE pada 2060 melalui pengembangan energi rendah karbon.

Menurut dia, PLTP menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional. Selain mengalirkan listrik ke rumah tangga, teknologi ini juga menurunkan emisi sektor kelistrikan secara signifikan. Keberhasilan proyek panas bumi di Jawa Barat dinilai dapat direplikasi di wilayah lain untuk mempercepat swasembada energi bersih.

Di tingkat lokal, proyek panas bumi di Cipanas diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan teknis, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar wilayah operasi. Panas bumi juga memiliki karakter unik karena stabil, beroperasi 24 jam, dan menghasilkan emisi karbon sangat rendah.

Pengembangan energi panas bumi di Indonesia juga didukung potensi sumber daya yang besar. Indonesia menyimpan sekitar 40–50 persen cadangan panas bumi dunia, dengan potensi 23.000–24.000 megawatt atau setara kebutuhan listrik Pulau Jawa. Energi ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!