Dorong Dedolarisasi, Indonesia Setor ke Bank BRICS Rp16,62 Triliun
Rabu, 03 Desember 2025 - 08:17 WIB
Dengan bergabungnya Indonesia ke NDB, pemerintah berharap dapat terlibat lebih aktif dalam penyusunan kebijakan dan arah pendanaan lembaga tersebut. Pengamat menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi Indonesia menyeimbangkan hubungan ekonomi dengan kekuatan besar dunia, sekaligus memanfaatkan kerja sama multilateral non-Barat untuk memperkuat posisi tawar di pasar global yang kian bergejolak.
Komitmen Indonesia terhadap BRICS dan NDB selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin meningkatkan peran Indonesia di panggung internasional tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Prabowo sebelumnya telah menyampaikan niat bergabung dengan NDB saat bertemu Presiden NDB Dilma Rousseff pada Maret 2025.
NDB memiliki modal disetor hingga USD100 miliar, dengan negara pendiri, seperti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan menguasai sekitar 94% saham. Hingga saat ini, bank tersebut telah menyalurkan USD39 miliar kepada 120 proyek, terutama untuk sektor transportasi, energi bersih, dan keberlanjutan. Anggota lain seperti Bangladesh, UEA, Mesir, dan Aljazair memiliki porsi modal antara 1,04–2,24%.
"Indonesia adalah negara penting di kawasan dan di dunia," ujar Rousseff. Ia juga memuji capaian Indonesia dalam pengembangan biofuel. "Indonesia merupakan negara terdepan dalam biodiesel dengan capaian 40%. Saya sangat terkesan," katanya dalam kesempatan terpisah.
Dorongan dedolarisasi semakin meningkat di antara negara anggota BRICS, meskipun implementasinya belum seragam. Blok tersebut mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan pembangunan sistem pembayaran alternatif. China dan Rusia menjadi contoh paling menonjol dengan sebagian besar transaksi bilateral dilakukan tanpa dolar AS.
Komitmen Indonesia terhadap BRICS dan NDB selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin meningkatkan peran Indonesia di panggung internasional tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Prabowo sebelumnya telah menyampaikan niat bergabung dengan NDB saat bertemu Presiden NDB Dilma Rousseff pada Maret 2025.
NDB memiliki modal disetor hingga USD100 miliar, dengan negara pendiri, seperti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan menguasai sekitar 94% saham. Hingga saat ini, bank tersebut telah menyalurkan USD39 miliar kepada 120 proyek, terutama untuk sektor transportasi, energi bersih, dan keberlanjutan. Anggota lain seperti Bangladesh, UEA, Mesir, dan Aljazair memiliki porsi modal antara 1,04–2,24%.
"Indonesia adalah negara penting di kawasan dan di dunia," ujar Rousseff. Ia juga memuji capaian Indonesia dalam pengembangan biofuel. "Indonesia merupakan negara terdepan dalam biodiesel dengan capaian 40%. Saya sangat terkesan," katanya dalam kesempatan terpisah.
Dorongan dedolarisasi semakin meningkat di antara negara anggota BRICS, meskipun implementasinya belum seragam. Blok tersebut mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan pembangunan sistem pembayaran alternatif. China dan Rusia menjadi contoh paling menonjol dengan sebagian besar transaksi bilateral dilakukan tanpa dolar AS.
Lihat Juga :