Konsolidasi Jadi Momentum Perbaikan Fondasi Industri Asuransi

Kamis, 04 Desember 2025 - 12:26 WIB
Meski begitu, pelaku industri lebih condong memilih skema transfer portofolio ketimbang merger penuh. Skema ini dinilai lebih aman karena memungkinkan investor mengambil nilai intrinsik berupa portofolio premi tanpa harus menanggung kompleksitas liabilitas perusahaan secara keseluruhan. Konsekuensinya, proses konsolidasi berlangsung layaknya perburuan nilai yang sarat risiko.

Dalam praktik bisnis, merger dan akuisisi ibarat penyatuan dua keluarga besar: tampak menjanjikan di atas kertas namun bisa penuh kejutan ketika dijalankan. Pada industri asuransi, konsolidasi bukan sekadar memperbesar aset, tetapi membangun entitas yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan.

Pengamat asuransi Wahyudin Rahman menilai konsolidasi dapat menjadi momentum memperbaiki fondasi industri. "Melalui merger, perusahaan bisa memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi, dan daya saing," ujarnya. Namun ia mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya tercapai jika prosesnya dijalankan secara cermat dan transparan.

Baca Juga: OJK Rilis Skema Co-Payment Asuransi Kesehatan, Berikut Manfaatnya

Sebab itu, dua aspek utama tidak boleh diabaikan, yakni ketelitian dalam due diligence dan kejujuran dalam praktik akuntansi. Keduanya menentukan apakah konsolidasi benar-benar menciptakan nilai atau justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!