BNI Punya Fondasi Kuat Menatap 2026, Analis Ungkap Dampak Program De-risking
Sabtu, 06 Desember 2025 - 23:03 WIB
"Penurunan lebih lanjut diprediksi mencapai 0,9% pada tahun depan, menandakan kualitas aset yang semakin kuat dan disiplin manajemen risiko yang tinggi," kata Analis Bahana Sekuritas, Razqi M. Kurniawan dalam risetnya dikutip, Sabtu (6/12/2025).
BNI juga melakukan reposisi portofolio ke segmen yang lebih resilien, termasuk pembiayaan wholesale berprofil rendah risiko, industri berorientasi ekspor, dan sektor hijau. Stabilitas ini tercermin dari indikator risiko utama, yakni non-performing loan (NPL) yang stabil di angka 2%, dengan NPL coverage mencapai 222,7% per September 2025-salah satu yang tertinggi di antara bank BUMN.
Dengan NPL coverage di atas 200%, BNI memiliki bantalan kuat untuk menghadapi volatilitas ekonomi tanpa harus menambah pencadangan secara agresif. Kombinasi kredit bersih dan pencadangan ekstra ini membuat BNI berada 'di posisi paling siap' memasuki fase pertumbuhan kredit yang lebih agresif pada 2025-2026.
Baca Juga: Kembangkan Energi Panas Bumi Bersama Geo Dipa, BNI Biayai Proyek PLTP 500 MW
BNI juga melakukan reposisi portofolio ke segmen yang lebih resilien, termasuk pembiayaan wholesale berprofil rendah risiko, industri berorientasi ekspor, dan sektor hijau. Stabilitas ini tercermin dari indikator risiko utama, yakni non-performing loan (NPL) yang stabil di angka 2%, dengan NPL coverage mencapai 222,7% per September 2025-salah satu yang tertinggi di antara bank BUMN.
Dengan NPL coverage di atas 200%, BNI memiliki bantalan kuat untuk menghadapi volatilitas ekonomi tanpa harus menambah pencadangan secara agresif. Kombinasi kredit bersih dan pencadangan ekstra ini membuat BNI berada 'di posisi paling siap' memasuki fase pertumbuhan kredit yang lebih agresif pada 2025-2026.
Baca Juga: Kembangkan Energi Panas Bumi Bersama Geo Dipa, BNI Biayai Proyek PLTP 500 MW
Lihat Juga :