Audiensi dengan Ditjen Intram, Jababeka Paparkan Potensi Integrasi Transportasi
Rabu, 10 Desember 2025 - 13:24 WIB
”Kemitraan multipihak ini menjadi kunci untuk menghadirkan moda transportasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sehingga Jababeka mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas jangka panjang dan dinamika pertumbuhan kawasan,” ujarnya.
Saat ini, Kota Jababeka didukung berbagai moda transportasi publik yang mempermudah mobilitas masyarakat. Seperti AO Shuttle yang melayani sejumlah titik strategis di Jakarta—including rute terbaru Hollywood Junction–AEON Deltamas—serta layanan DAMRI rute Jababeka–Bandara Soekarno-Hatta dan Primajasa rute Jababeka–Bandung.
Integrasi kawasan turut diperkuat oleh layanan feeder modern Swatantra S01 dengan rute Stasiun Cikarang–President University–Kota Jababeka. Kehadiran KRL Cikarang dan layanan BISKITA yang terkoneksi dengan LRT semakin menyempurnakan aksesibilitas kawasan. Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta saat Nataru
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar seperti proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan pengembangan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek akan menjadi penghubung vital sistem mobilitas regional serta mempercepat perpindahan antarkoridor barat–timur Jakarta. Dari sisi operasional bisnis, Kota Jababeka ditopang oleh infrastruktur kawasan yang matang.
Cikarang Dry Port berfungsi sebagai pusat logistik terpadu yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah proses distribusi. Lokasi strategis Kota Jababeka—dekat Pelabuhan Patimban dan Bandar Udara Kertajati—menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses distribusi cepat dan berkelanjutan.
Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, logistik, dan jaringan pendukung kawasan, Jababeka tidak hanya menghadirkan efisiensi mobilitas dan operasional industri, tetapi juga membangun lingkungan kota yang layak huni dan modern. ”Kami yakin upaya ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penghuni yang menginginkan kualitas hidup yang baik, aman, dan berkelanjutan,” tutur Ivonne.
Saat ini, Kota Jababeka didukung berbagai moda transportasi publik yang mempermudah mobilitas masyarakat. Seperti AO Shuttle yang melayani sejumlah titik strategis di Jakarta—including rute terbaru Hollywood Junction–AEON Deltamas—serta layanan DAMRI rute Jababeka–Bandara Soekarno-Hatta dan Primajasa rute Jababeka–Bandung.
Integrasi kawasan turut diperkuat oleh layanan feeder modern Swatantra S01 dengan rute Stasiun Cikarang–President University–Kota Jababeka. Kehadiran KRL Cikarang dan layanan BISKITA yang terkoneksi dengan LRT semakin menyempurnakan aksesibilitas kawasan. Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta saat Nataru
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar seperti proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan pengembangan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek akan menjadi penghubung vital sistem mobilitas regional serta mempercepat perpindahan antarkoridor barat–timur Jakarta. Dari sisi operasional bisnis, Kota Jababeka ditopang oleh infrastruktur kawasan yang matang.
Cikarang Dry Port berfungsi sebagai pusat logistik terpadu yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah proses distribusi. Lokasi strategis Kota Jababeka—dekat Pelabuhan Patimban dan Bandar Udara Kertajati—menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses distribusi cepat dan berkelanjutan.
Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, logistik, dan jaringan pendukung kawasan, Jababeka tidak hanya menghadirkan efisiensi mobilitas dan operasional industri, tetapi juga membangun lingkungan kota yang layak huni dan modern. ”Kami yakin upaya ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penghuni yang menginginkan kualitas hidup yang baik, aman, dan berkelanjutan,” tutur Ivonne.
(poe)
Lihat Juga :