Ekonom: Jangan Paksa Kredit Naik, Nanti Bisa Jadi Kanibalisme
Selasa, 15 September 2020 - 18:45 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19 sempat ada kekhawatiran kondisi perbankan akan tertekan seperti sektor lainnya. Namun, kondisi industri perbankan dinilai masih kuat dan stabil menghadapi dampak pandemi Covid-19, terlihat dari masih baiknya rasio permodalan dan likuiditas perbankan .
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal di perbankan per Juli 2020 sebesar 23,1%. Sementara rasio Loan to Deposito Ratio (LDR) sekitar 87,76%.
"LDR ini angkanya turun, artinya tidak ada tekanan likuiditas di perbankan. DPK (Dana Pihak Ketiga) juga tumbuh cukup signifkan. Rasio NPL masih naik namun masih aman di bawah 5%. Secara keseluruhan kondisi likuiditas kita aman," kata Piter saat webinar di Jakarta, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Apa Kabar Relaksasi Kredit UMKM? )
Adapun penyaluran pertumbuhan kredit mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi. Tercatat penyaluran kredit tumbuh hanya sekitar 1%. Menurut dia, kredit yang hanya tumbuh 1% tersebut jangan dipaksakan untuk tumbuh lebih tinggi.
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal di perbankan per Juli 2020 sebesar 23,1%. Sementara rasio Loan to Deposito Ratio (LDR) sekitar 87,76%.
"LDR ini angkanya turun, artinya tidak ada tekanan likuiditas di perbankan. DPK (Dana Pihak Ketiga) juga tumbuh cukup signifkan. Rasio NPL masih naik namun masih aman di bawah 5%. Secara keseluruhan kondisi likuiditas kita aman," kata Piter saat webinar di Jakarta, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Apa Kabar Relaksasi Kredit UMKM? )
Adapun penyaluran pertumbuhan kredit mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi. Tercatat penyaluran kredit tumbuh hanya sekitar 1%. Menurut dia, kredit yang hanya tumbuh 1% tersebut jangan dipaksakan untuk tumbuh lebih tinggi.
Lihat Juga :