Panas Bumi Punya Prospek Besar, Pengamat: Pemerintah Perlu Ambil Peran Lebih untuk Eksplorasi
Kamis, 11 Desember 2025 - 13:57 WIB
Panas bumi punta prospek besar untuk dikembangkan di Indonesia. Foto/Antara
JAKARTA - Pengamat Energi sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai industri panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Seperti diketahui, pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN menetapkan target perluasan kapasitas pembangkit EBT hingga 76% dalam periode 2025–2034. Di dalamnya, kapasitas pembangkit listrik ditargetkan bertambah sebesar 69,5 gigawatt (GW), di mana 42,6 GW akan berasal dari pembangkit EBT, dan panas bumi ditargetkan menyumbang 5,2 GW.
“Panas bumi masih berprospek. Kalau kita lihat, potensi panas bumi kita punya 24 GW, baru dimanfaatkan 10 persen atau sekitar 2.200-2.300 MW. Masih banyak yang bisa dimanfaatkan,” kata Fabby saat dihubungi via telepon.
Baca Juga : Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Seperti diketahui, pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN menetapkan target perluasan kapasitas pembangkit EBT hingga 76% dalam periode 2025–2034. Di dalamnya, kapasitas pembangkit listrik ditargetkan bertambah sebesar 69,5 gigawatt (GW), di mana 42,6 GW akan berasal dari pembangkit EBT, dan panas bumi ditargetkan menyumbang 5,2 GW.
“Panas bumi masih berprospek. Kalau kita lihat, potensi panas bumi kita punya 24 GW, baru dimanfaatkan 10 persen atau sekitar 2.200-2.300 MW. Masih banyak yang bisa dimanfaatkan,” kata Fabby saat dihubungi via telepon.
Baca Juga : Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Lihat Juga :