Kurs Rupiah Hari Ini Hanyut Sentuh Rp16.750/USD, Apa Sebabnya?
Jum'at, 19 Desember 2025 - 17:20 WIB
Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengatakan ia yakin pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina "hampir mencapai titik terang" menjelang pertemuan AS dengan pejabat Rusia akhir pekan ini. Para analis mengatakan, langkah-langkah lebih lanjut yang menargetkan minyak Rusia dapat menimbulkan risiko pasokan yang lebih besar bagi pasar daripada blokade kapal tanker Venezuela oleh Trump.
Dalam katalis geopolitik potensial lainnya, belum jelas bagaimana AS akan menegakkan pengumuman Trump untuk memblokade kapal tanker yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, yang menyumbang sekitar 1 persen dari pasokan global. Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Penjaga Pantai AS pekan lalu menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela.
Dari sentimen domestik, Bank Dunia memberi peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia dalam jangka menengah, terdapat proyeksi defisit APBN akan melebar secara konsisten hingga mendekati batas psikologis 3 persen hingga 2027, seiring dengan penurunan rasio pendapatan negara dan peningkatan beban utang.
Defisit keseimbangan fiskal akan berada di level 2,8% terhadap PDB pada 2025 dan bertahan pada 2026. Angka itu diproyeksikan terus melebar menjadi 2,9% terhadap PDB pada 2027, nyaris menyentuh ambang batas defisit fiskal sebesar 3 persen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.
Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit Oktober 2025 yang tercatat sebesar 2,0 persen terhadap PDB, maupun target UU APBN 2026 yang mematok defisit di level 2,7%. Pelebaran defisit tersebut tidak lepas dari tekanan berat pada sisi pendapatan negara.
Bank Dunia mencatat rasio pendapatan negara terhadap PDB diproyeksikan terjun bebas dari realisasi 13,5 persen pada 2022 menjadi hanya 11,6% pada 2025, sebelum sedikit membaik ke level 11,8 persen pada 2026.
Konsekuensi dari seretnya pendapatan dan melebarnya defisit adalah kenaikan rasio utang pemerintah. Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Pemerintah Pusat akan terus mendaki dalam tiga tahun ke depan. Dari posisi 39,8% terhadap PDB pada 2024, rasio utang diperkirakan naik menjadi 40,5% pada 2025, 41,1% pada 2026, dan menembus 41,5 persen pada 2027. Kenaikan stok utang ini terjadi di tengah beban biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi.
Dalam katalis geopolitik potensial lainnya, belum jelas bagaimana AS akan menegakkan pengumuman Trump untuk memblokade kapal tanker yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, yang menyumbang sekitar 1 persen dari pasokan global. Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Penjaga Pantai AS pekan lalu menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela.
Dari sentimen domestik, Bank Dunia memberi peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia dalam jangka menengah, terdapat proyeksi defisit APBN akan melebar secara konsisten hingga mendekati batas psikologis 3 persen hingga 2027, seiring dengan penurunan rasio pendapatan negara dan peningkatan beban utang.
Defisit keseimbangan fiskal akan berada di level 2,8% terhadap PDB pada 2025 dan bertahan pada 2026. Angka itu diproyeksikan terus melebar menjadi 2,9% terhadap PDB pada 2027, nyaris menyentuh ambang batas defisit fiskal sebesar 3 persen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.
Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit Oktober 2025 yang tercatat sebesar 2,0 persen terhadap PDB, maupun target UU APBN 2026 yang mematok defisit di level 2,7%. Pelebaran defisit tersebut tidak lepas dari tekanan berat pada sisi pendapatan negara.
Bank Dunia mencatat rasio pendapatan negara terhadap PDB diproyeksikan terjun bebas dari realisasi 13,5 persen pada 2022 menjadi hanya 11,6% pada 2025, sebelum sedikit membaik ke level 11,8 persen pada 2026.
Konsekuensi dari seretnya pendapatan dan melebarnya defisit adalah kenaikan rasio utang pemerintah. Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Pemerintah Pusat akan terus mendaki dalam tiga tahun ke depan. Dari posisi 39,8% terhadap PDB pada 2024, rasio utang diperkirakan naik menjadi 40,5% pada 2025, 41,1% pada 2026, dan menembus 41,5 persen pada 2027. Kenaikan stok utang ini terjadi di tengah beban biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi.
Lihat Juga :