Harga Minyak Mentah Dunia Ambruk Hampir 1% dalam Sepekan Sentuh USD60,47 per Barel

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:51 WIB
"Minyak mencatat kenaikan kecil sambil bertahan di atas level terendah yang ditetapkan awal pekan ini sembari menunggu panduan lebih lanjut mengenai perundingan damai Ukraina/Rusia serta berita terbaru dari Venezuela terkait potensi dampak blokade tanker Trump," kata para analis di firma penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Saat Presiden AS Donald Trump berusaha mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua, tanggung jawab ada pada Ukraina dan Eropa untuk mengambil langkah berikutnya menuju perdamaian.

Pemimpin Uni Eropa memutuskan, untuk meminjamkan uang dengan memberikan pinjaman sebesar 90 miliar euro (USD105 miliar) kepada Ukraina untuk membiayai pertahanannya melawan Rusia selama dua tahun ke depan. Eropa memilih langkah itu daripada menggunakan rencana yang memicu perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni membiayai Kiev dengan uang negara Rusia.

Sedangkan Putin tidak menawarkan kompromi mengenai persyaratannya untuk mengakhiri perang di Ukraina dan menuduh Uni Eropa mencoba melakukan "perampokan terang-terangan" terhadap aset Rusia. Selain itu Ukraina menyerang kapal tanker minyak "armada bayangan" Rusia di Laut Mediterania dengan drone udara untuk pertama kalinya, kata seorang pejabat, yang mencerminkan meningkatnya intensitas serangan Kiev terhadap pengiriman minyak Rusia.

Blokade Venezuela

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Jumat mengatakan, kepada wartawan bahwa Amerika Serikat tidak khawatir tentang eskalasi dengan Rusia terkait Venezuela, saat pemerintahan Trump memperkuat kekuatan militer di Karibia. Trump mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia tetap membuka kemungkinan.

"Ketidakpastian tentang bagaimana AS akan menegakkan niat Trump untuk memblokir kapal tangki yang disanksi masuk dan keluar dari Venezuela menekan premi risiko geopolitik," kata analis IG Tony Sycamore seperti dilansir Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!