Pertama Kalinya, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair

Jum'at, 26 Desember 2025 - 15:50 WIB
Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu mengungkapkan keberhasilan pengapalan perdana ini merupakan hasil diplomasi dan negosiasi kontrak yang intens. "Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan," jelasnya.

Proses pengiriman melibatkan sinergi terintegrasi dalam lingkungan Subholding Pertamina, termasuk PIEP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, serta Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.

Hubungan komersial antara Sonatrach dan Pertamina telah terjalin lebih dari 25 tahun. Kerja sama ini dimulai pada periode 2002-2003 melalui kontrak tahunan, berlanjut dengan transaksi spot pada 2006-2013, hingga memasuki fase ekspansi sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat.

Baca Juga: Puncak HUT ke-68, Dirut Pertamina Kawal Misi Kemanusiaan di Aceh

Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar menyatakan pengapalan ini mencerminkan hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara dalam sektor energi. Kontrak hidrokarbon untuk Blok 405A yang melibatkan Sonatrach, Pertamina, dan Repsol mulai berlaku pada 7 Januari 2025 dengan durasi 25 tahun. "Pemerintah Indonesia terus mendukung langkah Pertamina dalam mempererat kerja sama energi," tegasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!