Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,7 Juta per Gram

Senin, 29 Desember 2025 - 08:02 WIB
Faktor kedua pelemahan indeks dolar AS. Indeks dolar bertahan di level 97,9 pada perdagangan akhir pekan, berada di level terendah sejak awal Oktober. Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50-3,75% pada 10 Desember 2025, yang ketiga kalinya tahun ini. Penurunan suku bunga membuat dolar sebagai instrumen investasi turun nilainya dan meningkatkan daya tarik emas yang dihargai dalam dolar bagi pembeli luar negeri.

Tren Kenaikan Desember

Harga emas Antam telah mengalami kenaikan sekitar Rp 103.000 per gram dalam sepekan terakhir, dari Rp 2,576 juta pada 25 Desember ke Rp2,605 juta pada 27 Desember. Produk emas lain juga mencatat kenaikan pada Minggu (28/12/2025). Galeri24 naik Rp15.000 ke Rp2,627 juta per gram, sementara UBS naik Rp13.000 ke Rp2,684 juta per gram.

Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Ibrahim memperkirakan kalaupun ada sentimen yang membuat harga emas turun, nilainya tidak akan besar, diperkirakan berada di rentang Rp2,57 juta hingga Rp2,6 juta per gram. Sepanjang tahun 2025, emas telah melonjak sekitar 67-73%, menuju kenaikan tahunan terkuat sejak 1979.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!