APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Pimpin Asosiasi hingga Akhir 2026
Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:36 WIB
APKI menetapkan Suhendra Wiriadinata sebagai Ketua Umum untuk melanjutkan sisa masa bakti kepengurusan periode 2021–2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menetapkan Suhendra Wiriadinata sebagai Ketua Umum untuk melanjutkan sisa masa bakti kepengurusan periode 2021–2026. Penetapan ini dilakukan menyusul wafatnya Ketua Umum APKI, Liana Bratasida, pada 22 Desember 2025.
Keputusan tersebut diambil melalui rapat Dewan Pengawas APKI bersama jajaran Wakil Ketua Umum, dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APKI, guna memastikan kesinambungan kepemimpinan dan keberlangsungan roda organisasi.
Ketua Dewan Pengawas APKI, Ngakan Timur Antara, menjelaskan bahwa penetapan Ketua Umum Antar Waktu merujuk pada Pasal 29 Anggaran Dasar APKI yang memberikan kewenangan kepada Dewan Pengawas untuk menetapkan Ketua Umum apabila terjadi kekosongan jabatan sebelum masa bakti berakhir.
"Kekosongan kepemimpinan tidak bisa berlangsung terlalu lama. Penetapan ini dilakukan agar operasional sekretariat dan pelaksanaan program kerja APKI sepanjang 2026 tetap berjalan optimal," ujar Ngakan dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Pertemuan DJKI dan APKI Bahas Potensi Indikasi Geografis Kelapa
Keputusan tersebut diambil melalui rapat Dewan Pengawas APKI bersama jajaran Wakil Ketua Umum, dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APKI, guna memastikan kesinambungan kepemimpinan dan keberlangsungan roda organisasi.
Ketua Dewan Pengawas APKI, Ngakan Timur Antara, menjelaskan bahwa penetapan Ketua Umum Antar Waktu merujuk pada Pasal 29 Anggaran Dasar APKI yang memberikan kewenangan kepada Dewan Pengawas untuk menetapkan Ketua Umum apabila terjadi kekosongan jabatan sebelum masa bakti berakhir.
"Kekosongan kepemimpinan tidak bisa berlangsung terlalu lama. Penetapan ini dilakukan agar operasional sekretariat dan pelaksanaan program kerja APKI sepanjang 2026 tetap berjalan optimal," ujar Ngakan dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Pertemuan DJKI dan APKI Bahas Potensi Indikasi Geografis Kelapa
Lihat Juga :