RDMP Balikpapan Jadi Momentum Reintegrasikan Pertamina Hulu-Hilir di Bawah Komando Prabowo
Selasa, 13 Januari 2026 - 15:58 WIB
Beroperasinya Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi bukti nyata terwujudnya infrastruktur energi terintegrasi. Fasilitas ini memungkinkan residu minyak diolah menjadi BBM berkualitas Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus menghasilkan LPG, propylene, sulfur, serta produk petrokimia bernilai tambah tinggi.
Dampak langsungnya adalah penguatan pasokan energi nasional, pengurangan ketergantungan impor, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Dari sisi kinerja, peningkatan Nelson Complexity Index (NCI) dari 3,7 menjadi 8,0 serta Yield Valuable Product (YVP) dari 75,3% menjadi 91,8% menegaskan bahwa kilang terintegrasi merupakan fondasi utama efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan industri energi nasional.
Momentum penting ini semakin diperkuat oleh komitmen para pemimpin bangsa mengenai masa depan Pertamina. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius dalam sambutannya menegaskan, peran vital perusahaan. "Pertamina harus menjadi sokoguru dalam mewujudkan swasembada energi nasional," ujar Simon Aloysius.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam amanatnya menaruh harapan besar agar Pertamina kembali pada fungsi strategisnya bagi negara. "Pertamina yang sebagai national champion kebanggaan bangsa harus mampu kembali menjadi Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization," tegas Presiden Prabowo.
Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Siap Diresmikan Desember, Penuhi 25% Kebutuhan BBM Nasional
Dampak langsungnya adalah penguatan pasokan energi nasional, pengurangan ketergantungan impor, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Dari sisi kinerja, peningkatan Nelson Complexity Index (NCI) dari 3,7 menjadi 8,0 serta Yield Valuable Product (YVP) dari 75,3% menjadi 91,8% menegaskan bahwa kilang terintegrasi merupakan fondasi utama efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan industri energi nasional.
Momentum penting ini semakin diperkuat oleh komitmen para pemimpin bangsa mengenai masa depan Pertamina. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius dalam sambutannya menegaskan, peran vital perusahaan. "Pertamina harus menjadi sokoguru dalam mewujudkan swasembada energi nasional," ujar Simon Aloysius.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam amanatnya menaruh harapan besar agar Pertamina kembali pada fungsi strategisnya bagi negara. "Pertamina yang sebagai national champion kebanggaan bangsa harus mampu kembali menjadi Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization," tegas Presiden Prabowo.
Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Siap Diresmikan Desember, Penuhi 25% Kebutuhan BBM Nasional
Lihat Juga :