Mengulik Ujian Berat Industri Kendaraan Listrik di Awal Tahun 2026

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:21 WIB
Akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026. Foto/Dok
JAKARTA - Akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026. Pasalnya ada wacana pemerintah tidak melanjutkan sejumlah insentif fiskal yang selama ini menopang pertumbuhan pasar EV.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirazi menilai, situasi tersebut berisiko menekan penjualan kendaraan listrik ditingkat ritel. Menurutnya, beberapa stimulus utama resmi berakhir tahun ini.



“Mulai dari pembebasan bea masuk mobil listrik berbasis baterai impor utuh hingga skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 10%,” kata Kholid yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, dalam keterangannya dikutip Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!