Cetak SDM Unggul, Program Transmigrasi Patriot Kementrans Gandeng 10 PTN

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB
"Misalkan ada infrastruktur dasar yang belum terpenuhi, maka nanti kita akan terjunkan para patriot dari kampus-kampus unggulan tadi untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar. Kemudian dalam bidang misalkan yang lebih teknis, pembibitan, hama, terkait dengan pertanian, atau misalkan potensi pariwisata, atau juga misalkan pertambangan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah di 154 kawasan transmigrasi," papar Mentrans.

Selain pengabdian masyarakat, Ekspedisi Patriot juga diarahkan untuk mendorong investasi transmigrasi di sejumlah kawasan strategis. Beberapa kawasan yang akan dikembangkan antara lain Rempang dan Galang di Batam untuk industri, perikanan, dan kelautan; Kaluku di Mamuju untuk pengembangan logam tanah jarang terintegrasi dengan pertanian; serta Salor di Merauke untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Baca Juga: 2.000 Akademisi Diterjunkan, Transmigrasi Indonesia Diperkuat Kampus Jepang

Program Beasiswa Patriot diarahkan untuk mencetak SDM sangat unggul melalui pendirian Kampus Patriot di tiga kawasan transmigrasi strategis, yakni Barelang (Batam, Rempang, dan Galang), Kaluku (Mamuju, Sulawesi Barat), dan Salor (Merauke, Papua Selatan). Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan dunia pendidikan tinggi. "Kita ingin masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan dan investasi, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri," kata Mentrans.

Program Beasiswa Patriot akan diseleksi secara ketat melalui tes terpusat dan penilaian psikologis, serta membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Universitas Teknik München (Jerman), Universitas Nasional Tsing Hua (Tiongkok), dan Universitas Stanford (Amerika Serikat). "Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (dari luar negeri) yang bergabung. Seperti apa bentuknya, ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini," kata Menteri Iftitah
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!