Cetak SDM Unggul, Program Transmigrasi Patriot Kementrans Gandeng 10 PTN

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB
loading...
Cetak SDM Unggul, Program...
Kementerian Transmigrasi menyiapkan Beasiswa Transmigrasi Patriot bagi 1.000 sarjana terbaik dari berbagai disiplin ilmu, sekaligus menurunkan kembali 1.000 akademisi dalam Tim Ekspedisi Patriot ke 154. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia melalui Program Transmigrasi Patriot guna memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi berbasis sumber daya manusia (SDM) sangat unggul. Program tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung kalangan akademisi dalam pengembangan potensi kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, Kementerian Transmigrasi menyiapkan Beasiswa Transmigrasi Patriot bagi 1.000 sarjana terbaik dari berbagai disiplin ilmu, sekaligus menurunkan kembali 1.000 akademisi dalam Tim Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Program ini melanjutkan inisiatif serupa pada 2025 yang menghasilkan sekitar 400 temuan dan rekomendasi pengembangan kawasan.

"Kami melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan keberlanjutan program transmigrasi patriot yang insya Allah tahun ini akan dikembangkan dalam bentuk 2 program besar karena kita ingin betul-betul mencetak SDM yang sangat unggul. Bukan lagi SDM unggul, tetapi yang sangat unggul," ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu (19/1) malam.

Baca Juga: Kementrans Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden ke Warga Kawasan Transmigrasi Barelang

Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Menteri Transmigrasi menjelaskan Program Transmigrasi Patriot tahun ini dikembangkan dalam dua program utama, yakni Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot. Ekspedisi Patriot 2026 difokuskan pada pengabdian masyarakat yang lebih konkret sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing kawasan transmigrasi.

"Misalkan ada infrastruktur dasar yang belum terpenuhi, maka nanti kita akan terjunkan para patriot dari kampus-kampus unggulan tadi untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar. Kemudian dalam bidang misalkan yang lebih teknis, pembibitan, hama, terkait dengan pertanian, atau misalkan potensi pariwisata, atau juga misalkan pertambangan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah di 154 kawasan transmigrasi," papar Mentrans.



Selain pengabdian masyarakat, Ekspedisi Patriot juga diarahkan untuk mendorong investasi transmigrasi di sejumlah kawasan strategis. Beberapa kawasan yang akan dikembangkan antara lain Rempang dan Galang di Batam untuk industri, perikanan, dan kelautan; Kaluku di Mamuju untuk pengembangan logam tanah jarang terintegrasi dengan pertanian; serta Salor di Merauke untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Baca Juga: 2.000 Akademisi Diterjunkan, Transmigrasi Indonesia Diperkuat Kampus Jepang

Program Beasiswa Patriot diarahkan untuk mencetak SDM sangat unggul melalui pendirian Kampus Patriot di tiga kawasan transmigrasi strategis, yakni Barelang (Batam, Rempang, dan Galang), Kaluku (Mamuju, Sulawesi Barat), dan Salor (Merauke, Papua Selatan). Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan dunia pendidikan tinggi. "Kita ingin masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan dan investasi, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri," kata Mentrans.

Program Beasiswa Patriot akan diseleksi secara ketat melalui tes terpusat dan penilaian psikologis, serta membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Universitas Teknik München (Jerman), Universitas Nasional Tsing Hua (Tiongkok), dan Universitas Stanford (Amerika Serikat). "Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (dari luar negeri) yang bergabung. Seperti apa bentuknya, ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini," kata Menteri Iftitah
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
IDSurvey Perkuat Jejaring...
IDSurvey Perkuat Jejaring Global Lewat TIC Summit 2026
Perkuat Rantai Pasok...
Perkuat Rantai Pasok Global, Indonesia-China Tanda Tangani 'Recognition Agreement' Sertifikasi Halal
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
KoinP2P Tegaskan Kooperatif...
KoinP2P Tegaskan Kooperatif Hadapi Proses Hukum
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
BPDP Buka Pendaftaran...
BPDP Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Rekomendasi
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Berita Terkini
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved