Bos BI Blak-blakan Rupiah Jeblok Imbas Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:09 WIB
Untuk meredam tekanan dan menjaga stabilitas nilai tukar, BI meningkatkan intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), serta pasar spot. Kebijakan tersebut dilakukan secara terukur agar volatilitas rupiah tetap terkendali dan sejalan dengan target inflasi 2,5±1 persen pada 2026.

Baca Juga: Prabowo Ajukan Tiga Calon Deputi Gubernur BI, Salah Satunya Thomas Djiwandono

Perry menegaskan Bank Indonesia ke depan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui kombinasi intervensi yang konsisten serta penguatan strategi operasi moneter yang pro-pasar, guna memastikan kepercayaan pelaku usaha dan investor tetap terjaga.

"Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat. Didukung oleh komisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik," pungkas Perry.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!