Pesan Purbaya Buat Pejabat DJP: Atasan Harus Bertanggung Jawab jika Anak Buah Ngaco

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:33 WIB
Purbaya menekankan bahwa pencopotan ini bukan hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga sebagai bentuk sanksi bagi pimpinan (Kepala Kanwil) yang dianggap lalai dalam mengawasi bawahannya. Menurutnya, seorang atasan tidak bisa lepas tangan atas penyimpangan yang terjadi di unit kerjanya.

“Saya ini hanya ingin memberikan pesan kepada para pejabat-pejabat yang di atas. Bahwa kalau anak buahnya ada ngaco-ngaco, dan mereka tidak mendeteksi apa-apa, bukan berarti mereka bisa lepas dari tanggung jawab. Ini hanya konfirmasi kepada para pejabat-pejabat bahwa mereka harus mengendalikan orang-orang di bawahnya,” ujar Purbaya.

Menkeu juga menyoroti adanya hambatan internal berupa isu "backing" atau pelindung bagi oknum-oknum bermasalah yang membuat jajaran di bawahnya segan untuk bertindak. Purbaya mengaku telah mendengar isu tersebut secara samar-samar dan meminta jajarannya untuk berani melapor langsung kepadanya.

"Itu yang saya heran. Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada backingnya. Siapa backing-nya? Diam. Jadi saya agak bingung, itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada kasih tahu saya. Kita beresin," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa upaya "bersih-bersih" ini didukung penuh oleh Kepala Negara demi mengamankan target pendapatan negara dan stabilitas fiskal tahun 2026. Baca Juga: Ngemplang Pajak Triliunan, Purbaya Siap Gerebek Perusahaan Baja Asal China
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!