Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru
Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:44 WIB
Perusahaan tersebut mencatat memiliki rencana kapasitas pengolahan molibdenum selama 20 tahun serta perjanjian penyerapan hasil produksi (offtake) jangka panjang dengan sejumlah perusahaan baja besar di dunia.
Baca Juga: Trump Batalkan Ancaman Tarif Greenland, Harga Minyak Stabil
Greenland diperkirakan memiliki sekitar 36 juta ton logam tanah jarang, meskipun hanya sekitar 1,5 juta ton yang saat ini dianggap sebagai cadangan yang layak secara ekonomi. Proyek Malmbjerg, yang memperoleh izin eksploitasi selama 30 tahun pada Juni 2025, diproyeksikan dapat memulai operasi penambangan pada 2028 dan berpotensi memasok sekitar 25% kebutuhan molibdenum Uni Eropa sekaligus memenuhi 100% kebutuhan sektor pertahanan kawasan tersebut.
Minat Geopolitik Kian Menguat
Penemuan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian geopolitik terhadap kekayaan mineral Greenland. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menjajaki pembahasan terkait akses terhadap sumber daya alam Greenland, dengan para pejabat memandang kekayaan mineral di wilayah tersebut sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan AS pada pasokan logam tanah jarang dari China.Baca Juga: Trump Batalkan Ancaman Tarif Greenland, Harga Minyak Stabil
Greenland diperkirakan memiliki sekitar 36 juta ton logam tanah jarang, meskipun hanya sekitar 1,5 juta ton yang saat ini dianggap sebagai cadangan yang layak secara ekonomi. Proyek Malmbjerg, yang memperoleh izin eksploitasi selama 30 tahun pada Juni 2025, diproyeksikan dapat memulai operasi penambangan pada 2028 dan berpotensi memasok sekitar 25% kebutuhan molibdenum Uni Eropa sekaligus memenuhi 100% kebutuhan sektor pertahanan kawasan tersebut.
(nng)
Lihat Juga :