OSL Group Kantongi Pendanaan USD200 Juta Percepat Ekspansi Global
Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:01 WIB
Lebih lanjut, pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk akuisisi strategis, perluasan bisnis global di sektor pembayaran dan stablecoin, pengembangan produk serta infrastruktur teknologi, hingga pemenuhan kebutuhan modal kerja. Langkah tersebut melanjutkan momentum pertumbuhan OSL Group sepanjang 2025.
Tahun lalu, OSL Group mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain mengakuisisi Banxa sebagai penyedia layanan pembayaran Web3 global, meluncurkan solusi pembayaran B2B OSL BizPay, serta menerbitkan stablecoin patuh regulasi USDGO.
Baca Juga: Diakuisisi Perusahaan Asal Hong Kong, Koinsayang Ganti Nama Jadi OSL Indonesia
Sejalan dengan strategi ekspansi global, OSL Group juga telah resmi memasuki pasar Indonesia melalui anak usaha OSL Indonesia. Platform perdagangan aset kripto tersebut telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OSL Indonesia mengusung fondasi teknologi, tata kelola, dan standar kepatuhan global OSL Group, dengan menawarkan biaya transaksi kompetitif mulai 0,05%, minimum perdagangan Rp2.000, serta layanan Spot Trading, Flash Trade, dan over-the-counter (OTC) sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem aset digital yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.
Tahun lalu, OSL Group mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain mengakuisisi Banxa sebagai penyedia layanan pembayaran Web3 global, meluncurkan solusi pembayaran B2B OSL BizPay, serta menerbitkan stablecoin patuh regulasi USDGO.
Baca Juga: Diakuisisi Perusahaan Asal Hong Kong, Koinsayang Ganti Nama Jadi OSL Indonesia
Sejalan dengan strategi ekspansi global, OSL Group juga telah resmi memasuki pasar Indonesia melalui anak usaha OSL Indonesia. Platform perdagangan aset kripto tersebut telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OSL Indonesia mengusung fondasi teknologi, tata kelola, dan standar kepatuhan global OSL Group, dengan menawarkan biaya transaksi kompetitif mulai 0,05%, minimum perdagangan Rp2.000, serta layanan Spot Trading, Flash Trade, dan over-the-counter (OTC) sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem aset digital yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :