IHSG Terjun Bebas, Ekonom: Negara Sudah Bergerak, Tapi Pasar Belum Percaya

Senin, 02 Februari 2026 - 14:33 WIB
Menurutnya pelemahan IHSG yang kembali terulang hari ini memberi arti bahwa ada jarak antara apa yang dikatakan negara dan apa yang diyakini pelaku pasar. Namun Achmad Nur Hidayat memberikan apresiasi terhadap respons pemerintah di tengah kejatuhan bursa saham.

"Kita harus jujur mengakui, langkah pemerintah pada Sabtu dan Minggu patut diapresiasi. Dalam banyak kasus, justru kepanikan muncul karena negara lambat atau saling lempar tanggung jawab," bebernya.

Diterangkan olehnya bahwa negara hadir, berbicara, dan mencoba memimpin narasi. Pesan yang disampaikan jelas, bahwa undamental ekonomi Indonesia masih kuat. Gejolak IHSG dipandang sementara, dan eformasi pasar modal akan dipercepat.

"Ini penting untuk mencegah kepanikan massal dan menjaga optimisme publik. Masalahnya, pasar modal bukan hanya mendengar kata kata. Pasar membaca arah. Dan pada Senin pagi, arah itu belum cukup meyakinkan," tegasnya.

Pasar Tidak Takut, Pasar Ragu

Achmad memberikan, catatan bahwa ketika pasar bergejolak, sering kali mengira karena panik. Padahal yang terjadi sekarang lebih tepat disebut ragu. "Investor global dan domestik tidak sedang histeris, mereka sedang berhitung," bebernya.

Baca Juga: 30 Menit Perdagangan, IHSG Ambruk Tinggalkan Level 8.000 Dibayangi MSCI Effect
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!