Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed

Senin, 02 Februari 2026 - 15:51 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (2/2/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (2/2/2026), turun 12 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp16.798 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini didorong sentimen eksternal yaitu Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk pimpinan bank sentral.



"Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Prediksi Rupiah Pekan Depan di Tengah Gonjang-ganjing Pasar Modal

Namun, Warsh mungkin akan menekankan kelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko yang lebih besar terhadap mandat Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimal dan stabilitas harga dan kemungkinan akan mendukung lebih banyak penurunan suku bunga jika dikonfirmasi dalam beberapa bulan mendatang. Masa jabatan Powell berakhir pada bulan Mei. Ketua Fed pekan lalu mendesak penggantinya untuk tidak terjebak dalam politik pemilihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!