Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Selasa, 03 Februari 2026 - 07:32 WIB
Mengapa Pasar Tetap Menjual
Pergerakan bursa saham Indonesia pada Senin pagi kemarin, dinilai menyampaikan pesannya dengan jujur. Penurunan IHSG ke sekitar 7.884 adalah bentuk ketidakpercayaan, bukan perlawanan."Investor masih menunggu bukti. Bukan janji reformasi, tetapi tindakan. Bukan wacana penegakan aturan, tetapi penegakan yang terlihat. Bukan rencana jangka panjang, tetapi langkah konkret yang bisa diverifikasi," ungkapnya menekankan.
Terang dia, pasar saham diyakini akan tetap berhati-hati, dan dalam bahasa pasar, kehati hatian sering berarti menjual. Di sisi lain tentang bagaimana respons pemerintah, baginya fase berikutnya menuntut keberanian lebih besar.
"Reformasi pasar modal harus benar benar menyentuh akar masalah, meski itu tidak populer dan menyentuh kepentingan besar. Ini cerita tentang kepercayaan. Negara sudah hadir, itu benar. Tetapi pasar menuntut lebih dari kehadiran. Pasar menuntut kepastian bahwa aturan adil, data bersih, dan risiko tidak dialihkan ke rakyat," jelasnya.
"Jika itu bisa dijawab, IHSG akan pulih dengan sendirinya. Jika tidak, setiap penenangan hanya akan menjadi jeda singkat sebelum penurunan berikutnya. Dan yang paling berbahaya, yang jatuh bukan hanya indeks, tetapi rasa aman masyarakat atas masa depan keuangan mereka," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :