Prabowo Sebut Sawit Miracle Crop, Konsistensi Kebijakan Kunci Keberlanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 - 19:30 WIB
Baca Juga: Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak 102,23%, Total Nilainya Tembus USD24,42 Miliar

Penegakan hukum, seharusnya diarahkan untuk memperbaiki tata kelola dan melindungi kepentingan nasional jangka panjang, bukan sekadar menghasilkan efek kejut yang justru memperbesar ketidakpastian ekonomi. Sudarsono juga menyoroti perlunya menjadikan penguatan sawit rakyat sebagai bagian inti dari strategi nasional.

Menurutnya, produktivitas, legalitas, dan akses pasar petani sawit rakyat sangat menentukan keberlanjutan industri sawit secara keseluruhan, sekaligus menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi Indonesia di pasar global. “Petani rakyat bukan pelengkap, melainkan fondasi industri sawit,” ujarnya.

Lebih jauh, Sudarsono menegaskan bahwa agenda hilirisasi dan keberlanjutan harus dijalankan dengan konsistensi kebijakan lintas sektor dan lintas waktu. Daya saing global, menurutnya, tidak hanya dibangun dari kapasitas produksi, tetapi dari kepercayaan pasar internasional terhadap tata kelola Indonesia yang adil, stabil, dan dapat diprediksi.

Dengan reformasi menyeluruh pada aspek-aspek tersebut, Sudarsono optimistis industri sawit tidak hanya akan bertahan sebagai komoditas unggulan, tetapi juga benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!