Peran Strategis Muhammadiyah Dukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian
Sabtu, 07 Februari 2026 - 22:53 WIB
Perbaikan kinerja ekonomi tersebut turut diiringi dengan membaiknya indikator sosial. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,25% dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 0,70 juta orang, rasio Gini menurun menjadi 0,363, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,7%, serta pasar tenaga kerja mencatatkan tambahan sekitar 1,4 juta orang bekerja.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang akan didorong oleh sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden. Untuk menjaga momentum jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan penguatan daya beli dan peningkatan mobilitas menjelang Idul Fitri 2026, termasuk bantuan pangan dan diskon transportasi.
Selain itu, Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa, dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, logistik, dan perdagangan, sekaligus memperkuat rantai pasok di daerah.
“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari 2026, Kemenag Sidang Isbat 17 Februari
Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang akan didorong oleh sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden. Untuk menjaga momentum jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan penguatan daya beli dan peningkatan mobilitas menjelang Idul Fitri 2026, termasuk bantuan pangan dan diskon transportasi.
Selain itu, Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa, dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, logistik, dan perdagangan, sekaligus memperkuat rantai pasok di daerah.
“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari 2026, Kemenag Sidang Isbat 17 Februari
Lihat Juga :