Suku Bunga Ditahan 4%, Bos BI Juga Tempuh 5 Langkah Ini
Kamis, 17 September 2020 - 15:20 WIB
BI menyertakan lima langkah untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selain menahan suku bunga acuan di 4%. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4%, suku bunga deposit facility sebesar 3,25%, dan suku bunga lending facility sebesar 4,75%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Ini juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.
(Baca Juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4%)
"Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Di samping keputusan tersebut," kata Perry dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/9/2020).
Dia melanjutkan, di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula lima langkah berikut untuk mendorong pemulihan.
Langkah pertama, yakni melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Ini juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.
(Baca Juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4%)
"Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Di samping keputusan tersebut," kata Perry dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/9/2020).
Dia melanjutkan, di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula lima langkah berikut untuk mendorong pemulihan.
Langkah pertama, yakni melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.
Lihat Juga :