Mengawali Tahun 2026, Realisasi Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82%
Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:26 WIB
Area Panjang meraih peningkatan kinerja tertinggi yakni 16% dibanding tahun sebelumnya. Disusul oleh Area Tanjung Priok 1 meningkat 10,2% dan Area Tanjung Priok 2 meningkat 8% yang menunjukkan konsistensi IPC TPK dalam memperkuat kapasitas layanan terminal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di wilayah operasional utama.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD282,91 miliar selama tahun 2025. Bila dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, ekspor tumbuh 6,15%. Baca Juga: IPC TPK Jaga Tren Positif Jelang Akhir 2025, Pertumbuhan Petikemas 13,1 Persen
Ekspor nonmigas yang menyokong pertumbuhan ekspor- impor Indonesia di tahun 2025 terbagi dalam tiga kelompok. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi senilai USD6,88 miliar selama Januari–Desember 2025 atau tumbuh 21,01% dari posisi yang sama pada 2024.
Kedua, sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD35,86 miliar selama tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 23%. Ketiga, industri pengolahan sebesar USD227,1 miliar selama tahun 2025 atau tumbuh sebesar 14,47%.
"Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," tutup Pramestie.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD282,91 miliar selama tahun 2025. Bila dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, ekspor tumbuh 6,15%. Baca Juga: IPC TPK Jaga Tren Positif Jelang Akhir 2025, Pertumbuhan Petikemas 13,1 Persen
Ekspor nonmigas yang menyokong pertumbuhan ekspor- impor Indonesia di tahun 2025 terbagi dalam tiga kelompok. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi senilai USD6,88 miliar selama Januari–Desember 2025 atau tumbuh 21,01% dari posisi yang sama pada 2024.
Kedua, sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD35,86 miliar selama tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 23%. Ketiga, industri pengolahan sebesar USD227,1 miliar selama tahun 2025 atau tumbuh sebesar 14,47%.
"Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," tutup Pramestie.
(akr)
Lihat Juga :