Penerbangan di Papua Rawan Penyerangan, Kemenhub Hentikan Operasional di 11 Bandara

Senin, 16 Februari 2026 - 15:25 WIB
Kemenhub menyoroti serius insiden penembakan pesawat perintis Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW). Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyoroti serius insiden penembakan pesawat perintis Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW) pada tanggal 11 Februari 2026 lalu. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, saat ini telah dipetakan setidaknya ada 5 bandara yang dalam status rawan penyerangan.

Bahkan menyusul insiden tersebut Kementerian Perhubungan juga resmi menghentikan sementara operasional penerbangan di 11 bandara /satpel/lapter. Baca Juga: Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua yang Tewaskan 2 Pilot





"Penembakan pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation menorehkan luka yang mendalam bagi dunia transportasi udara, sekaligus mengingatkan kita betapa tingginya risiko bertugas di tanah Papua," ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (16/2/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!